Kasus Dugaan Pelecehan yang Seret Eks Rektor Universitas Pancasila Mandek, Advokat Korban Cium Bebauan Tidak Nikmat

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret rektor nonaktif Universitas Pancasila, Edie Toet Hendratno, masih bergulir di Polda Metro Jaya. Penasihat peraturan korban berencana menyurati kembali Komisi III DPR RI dan Menko Polhukam.

Hal ini dikerjakan sebab ada indikasi ketidakberesan dalam penanganan perkara yang dilaporkan oleh kedua kliennya.

“Kami akan bersurat untuk yang mahjong kedua kalinya kepada Komisi III dan Menkopolhukam. Kami mengecup wangi-wangian tidak nikmat,” kata penasihat peraturan korban, Amanda Manthovani dikala dihubungi, Rabu (15/5/2024).

Amanda menuding, kasus dugaan pelecehan yang dilaporkan berjalan mandek akibat belum diserahkan hasil visum oleh Rumah Sakit Polri kepada penyidik Polda Metro Jaya.

“Bila dari kami kuasa peraturan sudah terus follow up ke penyidik Polda. Dari penyidik senantiasa memberikan link rujak bonanza slot tergacor dan gampang menang statment menunggu hasil dari Rumah Sakit Polri,” ujar Amanda.

Dugaan Diulur-ulur
Amanda mengatakan, ada dugaan hasil visum sengaja diulur-ulur oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Bukan tanpa alasan, Amanda kemudian membandingkan dengan hasil kemenagan anda saat bermain di akun slot gacor terpercaya asemen yang dikerjakan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Kecil (P3A)

“Mereka percobaan di RS Polri dulu, baru di P3A melainkan hasil dari P3A kemarin sudah dikirim. Sementara di RS Polri hingga dengan kini belum ada kesudahannya,” ucap ia.

Amanda mengatakan, hasil asemen dari P3A sudah diserahkan ke penyidik. Dikala dikonfirmasi, penyidik membetulkan. Meskipun, hasil visum psikiatri forensik korban hingga detik ini belum juga rampung dengan alasan sedang dibentuk.

“Itu kan kita pasti ada dugaan kecurigaan, cemas ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam hal ini berdasarkan saya,” ucap ia.

“Iya sengaja (ada yang) memperlambat. Karena apa? Di sini ada pembanding antara RS Polri dengan P3A, tenggang waktu pengerjaan pemeriksan dari RS Polri dengan P3A amat senjang,” ia menandaskan.

Penjelasan Polisi
Dikala dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Ade Ary Syam Indradi mengamini kasus dugaan pelecehan yang menyeret rektor nonaktif Universitas Pancasila belum ada perkembangan.

“Belum ada perkembangan lebih lanjut,” ujar Ade Ary kepada wartawan.

“Penyidik masih menunggu hasil visum psikiatrikum dan hasil psikologi dari kedua korban.”